Bayangkan saat kamu memandang laut, apa saja
yang bisa kamu lihat? Ada air yang berombak, ada pasir di tepi pantai, ada
batu karang serta aneka biota dan satwa di dalam laut. Coba pikirkan, apa
panyusun semua materi tersebut ?
Alam semesta dan isinya, termasuk laut bahkan
tubuh kamu sendiri terbentuk dari unsur – unsur, yaitu bahan yang terdiri atas
satu macam atom. Sebagian besar unsur di alam tedapat dalam bentuk senyawa, dan
sebagian besar kecil unsur dalam bentuk
unsur bebas ( belum bersenyawa ). Hal itu menunjukkan bahwa umumnya atom unsur
cenderung bergabung dengan atom unsur lainnya untuk membentuk senyawa. Jadi,
senyawa merupakan gabungan dari atom – atom unsur yang berbeda melalui ikatan
antara partikel – partikel yang di sebut ikatan kimia.
A.
Peranan elektron pada pembentukan ikatan kimia
Sebelum
dijelaskan tentang ikatan kimia cobalah perhatikan beberapa senyawa berikut,
yaitu air (H2O) , amonia (NH3), asam sulfat (H2SO4),
Natrium klorida (NaCl), silika atau pasir (SiO2), magnesium oksida
(MgO), dan asam fosfat ( H3PO4) jika anda mencoba mencari
senyawa dari helium, neon, dan argon, pastilah
tidak akan menemukannya, karena hingga sekarang belum satu pun senyawa
dari unsur itu berhasil dibuat. Unsur – unsur gas mulia yang lain, yaiut
kripton, (Kr), xenon (Xe), dan radon (Rn) dapat membentuk senyawa dengan unsur
– unsur tertentu, khususnya dengan fluorin dan oksigen. Di alam, tidak
ditemukan satupun senyawa dari unsur gas mulia dikatakan bersifat stabil. Sementara itu, jika Anda periksa senyawa dari
unsur selain gas mulia, mungkin anda menemukan, semua unsur , selain gas mulia,
ternyata membentuk senyawa. Bahkan, banyak unsur seperti natrium, kalium,
fluorin, dan klorin yang secara alami hanya terdapat sebagai persenyawaan.
Unsur – unsur tersebut kita katakan bersifat
reaktif. Mengapa unsur gas mulia bersifat stabil, sedangkan unsur golongan
lainnya bersifat reaktif ? apa yang menyebabkan suatu unsur stabil ?
G.N. Lewis dan W. kossel mengaitkan
kstabilan gas mulia dengan konfigurasi elektronnya. Gas mulia mempunyai
konfigurasi penuh, yaitu konfigurasi
oktet (mempunyai 8 elektron pada kulit luar ), kecuali helium dengan (konfigurasi duplet), (dua elektron pada
kulit luar ).
Unsur – unsur lain dapat mencapai konfigurasi oktet dengan melepas
elektron valensinya atau menyerap elektron tambahan. Hal itulah yang terjadi ketika
unsur – unsur tersebut membentuk ikatan.
Jadi dapat di katakan bahwa :
1.
Gas mulia bersifat stabil
karena konfigurasinya sudah oktet (duplet untuk helium).
2.
Unsur selain gas mulia
membentuk ikatan dalam rangka mencapai konfigurasi oktet
Kecenderungan
unsur – unsur menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia
terdekat dikenal aturan oktet.
Selain dengan serah terima elektron, konfigurasi oktet juga dapat di capai
dengan pemasangan elektron. Serah – terima elektron meghasilkan apa yang kita
sebut ikatan ion, sedangkan
pemasangan elektron menghasilkan ikatan
kovalen. Kita akan segera membahas kedua jenis ikatan kimia itu.
Daftar pustaka
Michael Purba, 2006, Kmia SMA Kelas X, Erlangga :
Jakarta
Unggul Sudarmo, 2007, Kimia SMA Kelas X, Phibeta :
Surakarta
Parning, horale, Tiopan, 2007, KIMIA 1 , Yudhistira : Jakarta