Label

  • IKATAN ION (1)
  • PERANAN ELEKTRON PADA PEMBENTUKAN IKATAN KIMIA (1)
Tampilkan postingan dengan label PERANAN ELEKTRON PADA PEMBENTUKAN IKATAN KIMIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERANAN ELEKTRON PADA PEMBENTUKAN IKATAN KIMIA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juni 2017

A. Peranan elektron pada pembentukan ikatan kimia

          Bayangkan saat kamu memandang laut, apa saja yang bisa kamu lihat? Ada air yang berombak, ada pasir di tepi pantai, ada batu karang serta aneka biota dan satwa di dalam laut. Coba pikirkan, apa panyusun semua materi tersebut ?
Alam semesta dan isinya, termasuk laut bahkan tubuh kamu sendiri terbentuk dari unsur – unsur, yaitu bahan yang terdiri atas satu macam atom. Sebagian besar unsur di alam tedapat dalam bentuk senyawa, dan sebagian besar  kecil unsur dalam bentuk unsur bebas ( belum bersenyawa ). Hal itu menunjukkan bahwa umumnya atom unsur cenderung bergabung dengan atom unsur lainnya untuk membentuk senyawa. Jadi, senyawa merupakan gabungan dari atom – atom unsur yang berbeda melalui ikatan antara partikel – partikel yang di sebut ikatan kimia.
A.    Peranan elektron pada pembentukan ikatan kimia
Sebelum dijelaskan tentang ikatan kimia cobalah perhatikan beberapa senyawa berikut, yaitu air (H2O) , amonia (NH3), asam sulfat (H2SO4), Natrium klorida (NaCl), silika atau pasir (SiO2), magnesium oksida (MgO), dan asam fosfat ( H3PO4) jika anda mencoba mencari senyawa dari helium, neon, dan argon, pastilah  tidak akan menemukannya, karena hingga sekarang belum satu pun senyawa dari unsur itu berhasil dibuat. Unsur – unsur gas mulia yang lain, yaiut kripton, (Kr), xenon (Xe), dan radon (Rn) dapat membentuk senyawa dengan unsur – unsur tertentu, khususnya dengan fluorin dan oksigen. Di alam, tidak ditemukan satupun senyawa dari unsur gas mulia dikatakan bersifat stabil. Sementara itu, jika Anda periksa senyawa dari unsur selain gas mulia, mungkin anda menemukan, semua unsur , selain gas mulia, ternyata membentuk senyawa. Bahkan, banyak unsur seperti natrium, kalium, fluorin, dan klorin yang secara alami hanya terdapat sebagai persenyawaan. Unsur – unsur tersebut kita katakan bersifat reaktif. Mengapa unsur gas mulia bersifat stabil, sedangkan unsur golongan lainnya bersifat reaktif ? apa yang menyebabkan suatu unsur stabil ?
            G.N. Lewis dan W. kossel mengaitkan kstabilan gas mulia dengan konfigurasi elektronnya. Gas mulia mempunyai konfigurasi penuh, yaitu konfigurasi oktet (mempunyai 8 elektron pada kulit luar ), kecuali helium dengan (konfigurasi duplet), (dua elektron pada kulit luar ).
            Unsur – unsur lain dapat mencapai konfigurasi oktet dengan melepas elektron valensinya atau menyerap elektron tambahan. Hal itulah yang terjadi ketika unsur – unsur tersebut membentuk ikatan.  Jadi dapat di katakan bahwa :
1.      Gas mulia bersifat stabil karena konfigurasinya sudah oktet (duplet untuk helium).
2.    Unsur selain gas mulia membentuk ikatan dalam rangka mencapai konfigurasi    oktet
               
   Kecenderungan unsur – unsur menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dikenal aturan oktet. Selain dengan serah terima elektron, konfigurasi oktet juga dapat di capai dengan pemasangan elektron. Serah – terima elektron meghasilkan apa yang kita sebut ikatan ion, sedangkan pemasangan elektron menghasilkan ikatan kovalen. Kita akan segera membahas kedua jenis ikatan kimia itu. 



Daftar pustaka 
   Michael Purba, 2006, Kmia SMA Kelas X, Erlangga : Jakarta 
Unggul Sudarmo, 2007, Kimia SMA Kelas X, Phibeta : Surakarta
Parning, horale, Tiopan, 2007, KIMIA 1 , Yudhistira : Jakarta